Cerpen
TEMAN
Pagi itu Marissa memenangkan sebuah undian. Marissa memenangkan undian pergi ke negri sakura, dia memenangkan satu tiket, dan lebih beruntungnya lagi ia diharuskan mengajak satu orang teman. Walaupun dia mendapatkan undian tersebut, Marissa kebingungan pada hal itu. Dihari senin ia pergi kesekolah dan ia mengajak satu sahabatnya yang bernama Tya
" Hai Tya, Tya kamu mau ga ikut aku?"
" Kemana Mar?"
" Ke Jepang"
" Hah... ke Jepang ?? "
" Iya ke Jepang soalnya aku dapat tiket undian yang berhadiah trip ke Jepang dan diharuskan mengajak satu orang teman"
" Oh... kapan Mar??"
" Pekan depan "
" Yahh... kayaknya aku gabisa deh Mar soalnya kan pekan depan kelas 12 UN tuh nah aku sama keluargaku liburan ke Korea"
Marissa pun tidak bisa berbuat apa-apa dan Marissa pun duduk dikantin belakang seorang diri, pada saat itu kebetulan Ara teman sekelas Marissa dulu lewat.
" Hai Mar, kenapa kamu Mar?? sendirian gini"
" Aku bingung Ra "
" Bingung kenapa?? "
" Aku dapat undian pergi ke Jepang tetapi diharuskan membawa satu orang teman, kamu mau ga??"
" Emang kapan Mar berangkatnya?"
" Pekan depan Ra"
" Yahh .. aku gatau Mar soalnya bapakku ngajakin pergi ke Thailand, tapi coba nanti aku bilang bapakku dulu ya "
" Oh yaudah Ra "
Bel pulang berbunyi, Marissa pulang kerumah dengan wajah yang kurang mengenakan. Malam harinya Marissa di whatsapp oleh Ara.
" Mar aku ke Thailandnya bulan depan"
" Jadi bisa dong Ra ikut aku??"
" Iya bisa kok Ra"
" Yess.. makasih ya Ra"
Marissa pun senang karena Ara bisa ikut bersama dia. Hari demi hari berlalu, satu hari sebelum keberangkatan Marissa mempersiapkan barang bawaannya. Keesokan harinya Marissa janjian sama Ara untuk bertemu di bandara. Satu jam berlalu, Ara tak kunjung datang, Marissa menelpon Ara tetapi handphone Ara tidak aktif. Saat itu orang tua Ara menelpon Marissa, orang tua Ara menelpon Ara karena Ara kecelakaan saat perjalanan menuju bandara. Marissa pun merasa tidak enak, akhirnya Marissa mengunjungi rumah sakit untuk mengecek keadaan Ara, dirumah sakit terlihat ada orang tua dari Ara, Marissa pun makin merasa tidak enak.
" Ra kamu gapapa? "
" Gapapa Mar "
" Gapapa Mar "
" Beneran gapapa ? aku gaenak banget sama kamu Ra"
" Beneran kok "
" Oh ya Mar keberangkatan ke Jepang jam berapa"
" Lah kamu lagi begini juga"
" Gapapa Mar lagian cuma kek gini doang"
" Kita jam 6 harus sudah ada di pesawat Ra"
" Ayo Mar kita ke bandara udah jam 2 ini ntar telat"
" Lah kamu gapapa?"
" Iya gapapa"
Marissa dan Ara pergi ke bandara, Marissa memesan taxi untuk ke bandara. Mereka pun sampai di bandara pukul 4 sore, dan Marissa pun sangat senang dengan Ara, karenanya dia menjadi punya teman untuk liburan di negeri sakura Jepang. Hal itu tidak membuat Marissa dengan Ara. Sampai suatu hari Marissa bertemu dengan Ara di supermarket dekat dengan rumah Marissa dan dia menceritakan tentang hal ini, samapi suatu hari ia pergi ke Jepang bersama dengan Ara, tetapi masing-masing nya membawa keluarga dan merekan menjadi teman yang sangat dekat.www.limsets.com/cerpen
Abstraksi:
BalasHapusPagi itu Marissa memenangkan sebuah undian. Marissa memenangkan undian pergi ke negri sakura, dia memenangkan satu tiket, dan lebih beruntungnya lagi ia
diharuskan mengajak satu orang teman. Walaupun dia mendapatkan undian tersebut, Marissa kebingungan pada hal itu.
Orientasi:
Tempat:sekolah
Waktu:pagi hari
Suasana:menegangkan
Komplikasi:
Satu jam berlalu, Ara tak kunjung datang, Marissa menelpon Ara tetapi handphone Ara tidak aktif. Saat itu orang tua Ara menelpon Marissa, orang tua Ara menelpon Ara karena Ara kecelakaan saat perjalanan menuju bandara. Marissa pun merasa tidak enak, akhirnya Marissa mengunjungi rumah sakit untuk mengecek keadaan Ara, dirumah sakit terlihat ada orang tua dari Ara, Marissa pun makin merasa tidak enak.
Evaluasi:
Marissa dan Ara pergi ke bandara, Marissa memesan taxi untuk ke bandara. Mereka pun sampai di bandara pukul 4 sore, dan Marissa pun sangat senang dengan Ara, karenanya dia menjadi punya teman untuk liburan di negeri sakura Jepang.
Resolusi:
Hal itu tidak membuat Marissa dengan Ara. Sampai suatu hari Marissa bertemu dengan Ara di supermarket dekat dengan rumah Marissa dan dia menceritakan tentang hal ini, samapi suatu hari ia pergi ke Jepang bersama dengan Ara, tetapi masing-masing nya membawa keluarga dan merekan menjadi teman yang sangat dekat.
Koda:(tidak ada)
Amanat:
Jangan putus harapan dan tetap berdoa,karena esok kita tidak tau apa yang akan terjadi.
Bahasa:mudah dipahami,bahasa sehari hari.
Jumlah kata Terdiri dari:466 kata
(Syailendra)
Abstraksi:
BalasHapusPagi itu Marissa memenangkan sebuah undian. Marissa memenangkan undian pergi ke negri sakura, dia memenangkan satu tiket, dan lebih beruntungnya lagi ia
diharuskan mengajak satu orang teman. Walaupun dia mendapatkan undian tersebut, Marissa kebingungan pada hal itu.
Orientasi:
Tempat:sekolah dan rumah sakit
Waktu:pagi hari
Suasana:menegangkan
Komplikasi:
Satu jam berlalu, Ara tak kunjung datang, Marissa menelpon Ara tetapi handphone Ara tidak aktif. Saat itu orang tua Ara menelpon Marissa, orang tua Ara menelpon Ara karena Ara kecelakaan saat perjalanan menuju bandara. Marissa pun merasa tidak enak, akhirnya Marissa mengunjungi rumah sakit untuk mengecek keadaan Ara, dirumah sakit terlihat ada orang tua dari Ara, Marissa pun makin merasa tidak enak.
Evaluasi:
Marissa dan Ara pergi ke bandara, Marissa memesan taxi untuk ke bandara. Mereka pun sampai di bandara pukul 4 sore, dan Marissa pun sangat senang dengan Ara, karenanya dia menjadi punya teman untuk liburan di negeri sakura Jepang.
Resolusi:
Hal itu tidak membuat Marissa dengan Ara. Sampai suatu hari Marissa bertemu dengan Ara di supermarket dekat dengan rumah Marissa dan dia menceritakan tentang hal ini, samapi suatu hari ia pergi ke Jepang bersama dengan Ara, tetapi masing-masing nya membawa keluarga dan merekan menjadi teman yang sangat dekat.
Koda:(tidak ada)
Amanat:
Jangan putus harapan dan tetap berdoa,karena esok kita tidak tau apa yang akan terjadi.
Bahasa:mudah dipahami,bahasa sehari hari
Jumlah kata Terdiri dari:466 k